Berikut susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK:
1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
Disebut Pertama kali, Pratikno Ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri
Sekretaris Negara. Lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 13 Februari 1962. Jabatan
terakhirnya adalah Rektor Universitas Gadjah Mada
2. Kepala Bappenas: Adrinof Chaniago
Presiden Jokowi menunjuk Andrianof Chaniago sebagai Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Kabinet
Kerja 2014-2019.
Andrinof menggantikan Kepala Bappenas/Menteri PPN, Armida Alisjahbana, yang
menjabat posisi ini pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II pemerintahan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2209-2014).
Andrinof, putera Sumatera Barat, Padang, yang lahir 3 November 1962 merupakan
pengajar pada Departemen Ilmu Politik FISIP UI.
Sebagai Kepala Bappenas terpilih, kapasitas dan latar belakang Andrinof dinilai
memang memenuhi kriteria yang dibutuhkan.
Andrinof adalah ahli kebijakan publik dan perencanaan yang lulus dari Magister
Perencanaan dan Kebijakan Publik dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Dia juga pernah mengenyam pendidikan pada The National Development Courses dari
Fu Hsing Kang College, Taipei, Taiwan, (2004).
3. Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman: Indroyono Susilo
Presiden Joko Widodo menunjuk Indroyono Soesilo sebagai Menteri Koordinator
Bidang Kemaritiman pada Kabinet Kerja 2014-2019 dalam pengumuman 34 nama
menteri dan dua wakil menteri Kabinet Kerja.
Indroyono sebelumnya menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Perikanan dan
Akuakultur Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) di Roma, Italia.
Indroyono menempuh jenjang pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung, Jurusan
Teknik Geologi tahun 1979, jenjang pendidikan S2 di Universitas Michigan,
Amerika Serikat untuk Jurusan Penginderaan Jauh pada tahun 1981, dan jenjang
pendidikan S3 di Universitas Iowa, Amerika Serikat di Jurusan Geologi
Penginderaan Jauh tahun 1987.
4. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan
Presiden Jokowi menunjuk Ignatius Jonan sebagai Menteri Perhubungan. Jonan,
yang lahir pada 21 Juni 1963, saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT
Kereta Api Indonesia.
5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
Presiden Joko Widodo menunjuk Susi Pudjiastuti untuk menjabat Menteri Kelautan
dan Perikanan. Jokowi menilai, pengusaha sekaligus pemilik PT ASI Pudjiastuti
Marine Product itu sebagai pekerja keras.
Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965 (49 tahun). Dia adalah
pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir
hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation, atau penerbangan Susi
Air dari Jawa Barat.
Hingga awal 2012, Susi Air diketahui memiliki 46 pesawat dengan berbagai tipe
seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter dan Piaggio P180 Avanti.
Susi Air mempekerjakan 179 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot
asing. 2012, Susi Air menerima pendapatan Rp300 Miliar dan melayani 200
penerbangan perintis.
Meski tak tamat Sekolah Menengah Atas, Susi ternyata menerima banyak
penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Jawa Barat, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun
2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter
2005 dari Presiden Republik Indonesia.
Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan
Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award 2009 dari PT
Exelcomindo. Kemudian, pada 2008, ia mengembangkan bisnis aviasinya dengan
membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying
School.
6. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
Arief Yahya, Menteri Pariwisata pada Kabinet Kerja Jokowi-JK ini sebelumnya
dikenal sebagai CEO PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Sebelum menjadi orang nomor 1 di PT Telkom, tepatnya sejak Mei 2012, pria
kelahiran Banyuwangi, 2 April 1961, ini menduduki jabatan sebagai Direktur
Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia semenjak tahun 2005. Ketika duduk di
jabatan ini, Arief memperoleh beberapa penghargaan. Antara lain Satyalencana
Pembangunan di tahun 2006 atas keberhasilan dalam Peningkatan Pelayanan Prima
di Kalimantan dan Jawa Timur dari Presiden RI.
Di tahun yang sama, Arief juga masuk dalam daftar ”25 Business Future Leader”
versi majalah Swa. Arief juga terpilih sebagai penerima Economic Challenge
Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi, penerima Anugerah Business Review
2012 dari majalah Business Review. Terakhir, Arief terpilih sebagai The CEO
BUMN Inovatif Terbaik 2012.
Prestasi yang diraih Arief ini juga berbanding dengan prestasi yang diraih
Telkom. Pendapatan Telkom sampai dengan September 2012 tercatat sebesar Rp
56,864 triliun. Sedangkan labanya sebesar Rp 14,11 triliun.
7. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): Sudirman Said
Sudirman Said ditunjuk Presiden Jokowi sebagai menteri energi dan sumber daya
mineral (ESDM).
Sudirman bukan orang baru di jajaran pemerintahan. Dia pernah menduduki
sejumlah posisi penting, di antaranya Direktur Utama PT Pindad, pada 4 Juni
2014. Sebelumnya, dia dipercaya sebagai Wakil Presiden Direktur PT Petrosea
Tbk, Group Chief of Human Capital and Corporate Services di PT Indika Energy
Tbk, danDirektur Human Capital di Petrosea (2009-2010).
Sudirman juga pernah menjabat sebagai Executive Director Asia-Pacific Economic
Cooperation (APEC) CEO Summit 2013.
8. Menko Polhukam: Tedjo Puji
Presiden Joko Widodo menunjuk Menkopolhukan Tedjo Edi Purdijatno. Tedjo, yang
lahir di Magelang, 20 September 1952, pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI
Angkatan Laut (1 Juli 2008-9 November 2009).
9. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
Presiden Joko Widodo menunjuk Tjahjo Kumolo sebagai Menteri Dalam Negeri dalam
Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Negara,
Minggu (26/10/2014). Tjahjo Kumolo adalah Sekertaris Jenderal Partai Demokrasi
Indonesia Perjuangan (PDI-P).
10. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Marsudi
Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Retno, yang
lahir pada 27 November 1962, saat ini menjabat sebagai Duta Besar RI untuk
Kerajaan Belanda. Retno merupakan menteri luar negeri perempuan pertama di
Indonesia.
11. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
Ryamizard Ryacudu ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) dalam Kabinet
Kerja 2014-2019 oleh Presiden Joko Widodo.
Ryamizard lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950, dan
dibesarkan dalam keluarga tentara. Ayahnya yang bernama Musanif Ryacudu
(almarhum) berpangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI, dan dikenal dekat dengan
Presiden RI 1945-1966 Soekarno.
Karir militer Ryamizard mulai mendapat perhatian publik saat memangku jabatan
Pangdam V Brawijaya pada 1999 dan diteruskan menjadi Pangdam Jaya di tahun yang
sama.
Selepas dari Kodam Jaya, Ryamizard mendapat promosi bintang tiga sebagai
Panglima Kostrad pada 2000-2002 dan menjadi Kasad 2002-2005.
Meski dinilai sangat irit ketika bicara soal politik, alumni pendidikan militer
Akabri Darat tahun 1974 itu berkomitmen menjadi seorang prajurit sejati yang
profesional.
12. Menteri Hukum Dan HAM: Yasonna Laoly
Presiden Joko Widodo menunjuk Yasonna Hamonangan Laoly sebagai Menteri Hukum
dan HAM Yasonna Laoly. Yasonna, yang lahir di Tapanuli Tengah, 27 Mei 1953,
adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 2009-2014.
13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara
Jokowi menunjuk Rudiantara sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika
(Menkominfo) dalam kabinetnya.
Rudiantara menyisihkan nama-nama lain yang sempat disebut-sebut bakal menjadi
Menkominfo, seperti Niken Widiastuti (Dirut RRI), Richardus Eko Indrajit (Ketua
APTIKOM), Gatot S. Dewa Broto (Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan
Kemenpora, Mantan Humas Kemenkomifo) ataupun Onno W. Purbo (Akademisi dan
Praktisi TI).
Rudiantara adalah sosok kawakan di industri telekomunikasi. Pria kelahiran
Bogor 3 Mei 1959 ini pernah berkarir di Indosat, Telkomsel, Excelcomindo (kini
XL Axiata) dan Telkom. Rudiantara terakhir masih tercatat sebagai salah satu
komisaris Indosat.
Sebagai Menteri Kominfo, Rudiantara akan menghadapi tugas berat membereskan
permasalahan TI di Indonesia hingga lima tahun ke depan. Tantangan yang akan
dihadapi antara lain peningkatan infrastruktur dan kecepatan internet dan tata
kelola frekuensi di Indonesia.
14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yudi
Chirsnady
Presiden Jokowi menunjuk Yuddy Chrisnandi sebagai Menteri Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pengumuman dilakukan di halaman Istana
Negara, Minggu (26/10/2014).
Yuddy lahir di Jawa Barat, 29 Mei 1968. Jabatan terakhirnya adalah Ketua DPP
Partai Hanura.
15. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sofjan Djalil
Presiden Jokowi menunjuk Sofyan Djalil sebagai Menteri Koordinator Bidang
Perekonomian dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pengumuman dilakukan di
halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014).
Sofyan lahir di Nanggroe Aceh Darussalam, 23 September 1953. Dia pernah
menjabat sebagai menteri dalam dua periode, yaitu Menteri Negara Komunikasi
dan Informasi Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2005), Menteri Komunikasi dan
Informasi Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2007), - Menteri Negara BUMN Kabinet
Indonesia Bersatu (2007).
16. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
Presiden Joko Widodo menunjuk Prof Dr Bambang Brodjonegoro sebagai Menteri
Keuangan pada Kabinet Kerja periode 2014-2019 pada pengumuman resmi di Istana
Merdeka Jakarta, Minggu.
Pria yang memiliki keahlian dalam bidang ilmu ekonomi regional, desentralisasi
fiskal, keuangan negara, ekonomi pembangunan, ekonomi perkotaan dan
transportasi serta analisis pengambilan keputusan dianggap layak untuk
menempati jabatan strategis ini.
Bambang Brodjonegoro lahir di Jakarta pada 3 Oktober 1966, merupakan alumnus FE
UI jurusan Studi Pembangunan pada 1990 serta memperoleh gelar Master (M.Sc)
pada 1995 untuk jurusan Urban Planning dan Doktor (Ph.D) pada 1997 untuk
jurusan Regional Science dari University of Illinois at Urbana Champaign,
Amerika Serikat.
Mahasiswa berprestasi UI pada 1989 ini telah menerbitkan beberapa karya tulis
diantaranya buku yang diterbitkan oleh The Institute of Southeast Asian Studies
(ISEAS) Singapura dan oleh Edward Elgar, Inggris. Selain itu, artikel yang
muncul dalam beberapa jurnal internasional, antara lain di Hitotsubashi Journal
of Economics.
17. Menteri BUMN: Rini Soemarno
Rini Soemarno ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Badan Usaha
Milik Negera (BUMN) pada pengumuman Kabinet Kerja periode 2014-2019 di Istana
Merdeka Jakarta, Minggu.
Rini yang lahir di Maryland, Amerika Serikat pada 9 Juni 1958 itu sebelumnya
dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Staf Tim Transisi pada masa
kampanye dengan bantuan empat deputi, yakni Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto,
Anies Baswedan dan Akbar Faisal.
Mengutip berbagai sumber, ibu dari tiga orang anak ini pernah menjabat sebagai
Presiden Dirur PT. Semesta Citra Motorindo, Presiden Direktur PT. Astrea
Internasional, Presiden Komisaris PT. Semesta Citra Motorindo, Komisaris PT.
Agrakom dan lainnya.
Ia juga pernah menjadi Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasionl (BPPN),
Jakarta pada 1998.
Rini yang menyelesaikan pendidikan sarjana pada Fakultas Ekonomi, Wellesly
College Massachusetts, Amerika Serikat pada 1981 itu turut terlibat sebagai
Ketua Yayasan Dharma Bhakti Astra, Penasihat Ahli Keuangan Koperasi Pegawai
Negeri, khususnya pada Bank Kesejahteraan Ekonomi.
Selain itu, dia juga pernah mendapat penghargaan Pemimpin Puncak Terpuji pada
1995 dari Majalah Swa Sembada.
18. Menteri Koperasi dan UKM: Aagn Puspayoga
Presiden Joko Widodo menunjuk Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga sebagai Menteri
Koperasi dan UKM . Gede, yang lahir di Denpasar, 7 Juli 1965, pernah menjabat
sebagai Wakil Gubernur Bali (2008-2013) dan saat ini mengajar di Universitas
Ngurah Rai.
19. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
Presiden Joko Widodo menunjuk Saleh Husein sebagai Menteri Perindustrian. Saat
ini, Saleh, yang lahir di Rote Ndao, 16 September 1963, menjabat sebagai Ketua
Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Saleh Husein.
20. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel
Presiden Joko Widodo menunjuk Rahmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan pada
Kabinet Kerja 2014-2019 di Istana Merdeka Jakarta, Minggu.
Penunjukkan Rahmat sebagai Menteri Perdagangan sudah diduga sebelumnya. Oleh
Presiden Joko Widodo, ia dinilai seorang yang berpengalaman untuk bidang
perdagangan dan industri.
Saat ini, Rahmat yang lahir di Jakarta, 3 September 1962 ini menjabat Presiden
Direktur PT. Panasonic Gobel Group yang sebelumnya bernama PT. Gobel
International.
21. Menteri Pertanian: Amran Sulaeman
Presiden Joko Widodo menunjuk Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian. Saat
ini, Amran, yang lahir di Bone, 27 April 1968, menjabat sebagai Presiden
Direktur PT Tiran Group.
22. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dakhiri
Muhammad Hanid Dhakiri ditunjuk sebagai Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet
Kerja periode 2014-2019.
Pria kelahiran 6 Juni 1972 ini menggantikan Armida Alisjahbana sebagai
Pelaksana Tugas Menter Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada kabinet Indonesia
Bersatu II periode 2009-2014 era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
Mengutip berbagai sumber, ia setia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa
(PKB) sejak partai tersebut diebntuk pada 1998 dan ia telah menjabat sebagai
Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI dan menjadi anggota DPR RI
dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah periode 2009-2014.
Presiden Joko Widodo menunjuk Hanif Dhakiri sebagai Menteri Ketenagakerjaan
dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pengumuman dilakukan di halaman Istana
Negara, Minggu (26/10/2014).
Hanif lahir di Semarang, 6 Juni 1972. Dalam pemilu legislatif 2014, Hanif
terpilih sebagai anggota DPR RI.
23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuk Hadimuljono
Presiden Joko Widodo menunjuk Basuk Hadimuljono sebagai Menteri Pekerjaan Umum
Dan Perumahan Rakyat. Menurut Jokowi, Basuki adalah Profesional dan pakar di
bidangnya.
Basuki meraih gelar Sarjana (S1) Teknik Geologi dari Universitas Gadjah Mada,
Yogyakarta, dan memperoleh gelar Magister (S2) serta Doktor (S3) Teknik Sipil
dari Colorado State University, Amerika Serikat.
Rekam jejaknya di Kementerian Pekerjaan Umum, terhitung panjang. Basuki sempat
menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan
Kementerian Pekerjaan Umum periode 2005–2007, sebelum menempati posisi sebagai
Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum periode 2007–2013.
Sejak 2013 dia menjabat sebagai Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian
Pekerjaan Umum hingga saat ini.
24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya
Presiden Joko Widood menunjuk Siti Nurbaya sebagai Lingkungan Hidup Dan
Kehutanan. Lahir di Jakarta, 28 Agustus 1965, Siti memulai jenjang kariernya
sebagai pegawai negeri sipil ketika menjalankan tugas sebagai penata muda di
Pemerintah Provinsi Lampung pada 1979.
Kariernya terus mananjak sejak bertugas di Kementerian Dalam Negeri sampai
menjabat sekretaris jenderal. Pada 2006, Siti Nurbaya ditunjuk oleh Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah
(DPD) RI. DPD adalah lembaga baru yang dibentuk untuk menjembatani kepentingan
legislatif pemerintah provinsi dengan Dewan Perwakilan Rakyat.
Sisi lain dari politikus Nasdem ini adalah lugas dan tidak mentoleransi
diskriminasi. Baginya, perempuan harus menentukan pijakannya sendiri. Siti
mengimbau perempuan hendaknya tidak lagi berkilah dengan alasan adanya
diskriminasi. Menurut Siti, perempuan harus menjunjung tinggi emansipasi
perempuan.
25. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry M. Baldan
Presiden Joko Widodo menunjuk Ferry M. Baldan sebagai Menteri Agraria Dan Tata
Ruang. Ferry yang lahir di Jakarta, 16 Juni 1961, menurut Jokowi, merupakan
profesional yang menguasai bidang agraria dan tata ruang.
Ferry merupakan anak kedua dari empat bersaudara, putera pasangan Baldan Nyak
Oepin Arif dan Syarifah Fatimah yang berasal dari Aceh dan lama bermukim di
Bandung, Jawa Barat. Sebelum ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Agraria dan Tata
Ruang, Ferry merupakan fungsionaris dan sempat menjadi Ketua Badan Pemenangan
Pemilu Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
26. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan: Puan
Maharani
Presiden Joko Widodo menunjuk Puan Maharani sebagai Menteri Koordinator
Pembangunan Manusia dan Sosial Budaya dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019.
Pengumuman dilakukan di halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014).
Puan lahir di Jakarta, 6 September 1973. Puan terpilih sebagai Anggota DPR RI
periode 2014-2019.
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saefudin
Presiden Joko Widodo menunjuk Lukman Hakim sebagai Menteri Agama dalam Kabinet
Kerja periode 2014-2019. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Negara, Minggu
(26/10/2014).
Dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang dipimpin oleh Presiden ke-6
Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Lukman yang lahir di Jakarta, 25 November
1962, ini sempat menjabat sebagai Menteri Agama sejak 9 Juni lalu. Jokowi
kembali mempercayakan posisi itu kepada politikus PPP ini dalam kabinetnya.
28. Menteri Kesehatan: Nila F. Moeloek
Presiden Joko Widodo menunjuk Nila Djuwita Anfasa Moeloek sebagai Menteri
Kesehatan. Saat ini, Nila, yang lahir pada 11 April 1949, menjabat sebagai
Utusan Indonesia untuk Urusan MDGs.
29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
Presiden Joko Widodo menunjuk Khofifah Indar Parawansa sebagai Menteri Sosial.
Khofifa, yang lahir di Surabaya, 19 Mei 1965, adalah mantan Menteri Negara
Pemberdayaan Perempuan.
30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Yohana Yembise
Presiden Jokowi mengumumkan nama-nama menterinya dalam Kabinet Kerja di Halaman
Belakang Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). Nama Yohana Yembise
muncul sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau
Menteri PP dan PA.
Yembise lahir di Manokwari, Papua, 1 Oktober 1958. Dia menjadi wanita
Papua pertama yang bergelar profesor. Sebelum didaulat menjadi profesor, ia
memiliki segudang pengalaman dan jabatan dalam pekerjaan.
Istri dari Leo Danuwira ini menempuh pendidikan pertamanya di Sekolah Dasar
(SD) Padang Bulan Jayapura. Lalu, ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Nabire dan
kemudian duduk di SMA Negeri Persiapan Nabire.
Selepas SMA, Yohana menimba ilmu di program studi bahasa Inggris jurusan
pendidikan bahasa dan seni FKIP Uncen. Pada 1994, ia menyelesaikan pendidikan
di Faculty of Education, Simom Fraser University British Colombia Canada dengan
gelar Master of Art (MA).
Segudang pengalaman organisasi juga dialami Yembise. Pernah menjadi Wakil Ketua
KNPI Kabupaten Paniai tahun 1984. Berkat itu, perempuan Biak ini menerima
ratusan penghargaan dari berbagai pihak.
Salah satunya ialah menerima surat tanda penghargaan pernyataan lulus seleksi
sebagai mahasiswa teladan sejak 1981-1982 dari Menteri Pendidikan dan
Kebudayaan Republik Indonesia. Bukan hanya itu sejak masih kuliah termasuk
salah satu peserta pertukaran pemuda antara Indonesia dan Kanada.
Yohana Yembise juga terpilih mewakili Papua bersama pemuda Indonesia ke Kanada.
31. Menteri Bud Dikdasmen: Anies Baswedan
Presiden Joko "Jokowi" Widodo menunjuk Anies Baswedan sebagai Menteri
Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah (Menteri Bud Dikdasmen).
Anies, yang lahir di Kuningan, 7 Mei 1969, adalah Rektor Universitas
Paramadina.
32. Menteri Ristek Dikti: M Nasir
Presiden Joko Widodo menunjuk Prof. Muhammad Nasir sebagai Menteri Riset,
Teknologi dan Pendidikan Tinggi periode 2014-2019.
Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang,
Jawa Tengah ini menggantikan Gusti Muhammad Hatta yang menjabat Menteri Riset
dan Teknologi pada Kabinet Indonesia Bersatu II era pemerintahan Presiden
keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.
Penunjukkan profesor di bidang "Behavioral Accounting dan Management
Accounting" ini sudah diduga, karena dia termasuk salah satu tokoh yang
sebelumnya dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Merdeka pada Kamis (23/10).
Dari berbagai sumber disebutkan bahwa pendidikan ayah dari empat anak ini,
antara lain menyelesaikan S1-nya di Undip, kemudian S2-nya di Universitas
Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan meraih gelar PhD-nya di University Sains
Malaysia tahun 2004.
Pria kelahiran 27 Juni 1960 (54 tahun) di Ngawi, Jawa Timur itu dikenal
beberapa kalangan sebagai ahli di bidang anggaran, dan pernah mengkritisi
sistem penganggaran berbasis kinerja karena kenyataannya konsep tersebut sangat
sulit diterapkan.
Nasir, sebelumnya terpilih sebagai Rektor Undip periode 2014-2018 dalam
pemilihan rektor yang dilakukan secara pemungutan suara dengan memperoleh suara
sebanyak 148 suara.
Rencananya ia akan dilantik sebagai rektor pada 18 Desember 2014 menggantikan
Prof Sudharto yang akan berakhir masa jabatannya Desember tahun ini.
Pria yang mempunyai motto hidup "ingin bermanfaat untuk orang lain"
ini juga aktif dalam pengembangan pendidikan dan telah mendirikan Taman
Pendidikan Alquran (TPQ) di rumahnya sejak tiga tahun lalu.
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
Presiden Joko Widodo menunjuk Imam Nahrawi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga.
Imam, yang lahir di Bangkalan, 8 Juli 1973, adalah anggota DPR dari Fraksi
Partai Kebangkitan Bangsa 2014 - 2019.
34. Menteri PDT dan Transmigrasi: Marwan Jafar
Marwan Jafar ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Kabinet Kerja periode 2014-2019.
Marawan yang lahir di Pati, Jawa Tengah/12 Maret 1971, adalah Politisi Partai
Kebangkitan Bangsa.
FAKTA UNIK
Keenam fakta unik itu diantaranya:
1. 8 menteri
perempuan
Selama pemerintahan Jokowi – Jk telah menunjuk 8
menteri perempuan. Mereka adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini
Soemarno, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri
Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan
Nila F Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan
Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Luar Negeri Retno
LP Marsudi, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.
2. 2 Menteri pada masa pemerintahan sebelumnya
dipilih kembali.
Dari 34 jumlah menteri yang dipilih Jokowi, dua
diantaranya adalah menteri yang telah menjabat pada masa pemerintahan
sebelumnya. Kedua menteri itu adalah Lukman Hakim Saifudin yang sebelumnya
menjabat Menteri Agama dan Sofyan Djalil yang pernah menjabat Menteri BUMN dan
Menteri Komunikasi dan Informatika.
3. 8 menteri yang tidak direkomendasikan KPK
Penundaan pengumuman kabinet baru Jokowi karena
ia melibatkan KPK dan PPATK untuk memilih menteri yang bersih. Namun
beredar kabar ada 8 nama yang tidak direkomendasikan oleh KPK.
4. Ada menteri yang
tidak lulus SMA
Salah satu fakta yang paling menarik adalah salah
satu menteri di kabinet kerja Jokowi Jk tidak lulus SMA. Perempuan
perkasa yang dipilih menjadi menteri kelautan dan Perikanan adalah Susi
Pudjiastuti. Perempuan ini adalah pengusaha yang bergerak di bidang perikanan
dan penerbangan.
Kemunculannya memperoleh dukungan luas dari para
tweeple, diantaranya:
"@DubesNorwegia: Congratulations Ibu
Mentri @susipudjiastuti - as I promised Norway will work closely with you for
sustainable&strong Fisheries in Indonesia!"
"@yonaspurba: Selamat bu
@susipudjiastuti ... jaga dan maksimalkan kekayaan laut kita u rakyat
indonesia...
5. Tidak ada menteri
dari Partai Golkar
Dari 34 menteri di Kabinet Jokowi, tak satupun
menteri yang berasal dari Golkar. Fakta ini dikomentari oleh beberapa
tweeple, diantaranya:
"@sasmitaisme: Finally, pertama dalam sejarah tidak ada orang
Golkar di dalam kabinet. Tapi khan Wapresnya Golkar, hahaha."
"@jannerthing: Jadi tidak ada menteri
dari golkar, itb dan orang batak. Bye orba nih? Hihihi"
6. Pertama kali Menteri Luar Negeri
perempuan.
Negeri Retno LP Marsudi adalah perempuan pertama
yang menjabar sebagai Menteri Luar Negeri. Perempuan ini sebelumnya menjabat
sebagai Duta Besar Indonesia di Belanda. Perempuan ini telah dua kali
menjadi Duta Besar (Dubes) dan merupakan seorang diplomat karir.