hati bertaburan

Senin, 20 Juni 2016

MAKALAH MEMBENTUK KEPRIBADIAN GURU PROFESONAL



MEMBENTUK KEPRIBADIAN
GURU PROFESIONAL


 
 

DISUSUN OLEH :
Nama               : Zulfa Hidayati
Kelas               : 2 B
No. Presensi    : 21
NPM               : 1315500050


Pendidikan Ekonomi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Kependidikan
Universitas Pancasakti Tegal




KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini tanpa ada rintangan atau halangan apapun. Makalah ini saya susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika dan Profesi Kependidikan dengan dosen pengampu mata kuliah tersebut yakni Pak Uripto.
Dan harapan saya, semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi. Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya, saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, saya bersedia menerima saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.





Tegal, 19 Mei 2016


Zulfa Hidayati



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Guru memang menempati kedudukan yang terhormat di masyarakat. Guru dapat dihormati oleh masyarakat karena kewibawaannya, sehingga masyarakat tidak meragukan fitur guru. Masyarakat percaya bahwa dengan adanya guru, maka dapat mendidik dan membentuk kepribadian anak didik mereka dengan baik agar mempunyai intelektualitas yang tinggi serta jiwa kepemimpinan yang bertanggungjawab. Jadi, dalam pengertian yang sederhana, guru dapat diartikan sebagai orang yang memberikan ilmu pengetahuan kepada anak didik. Sedangkan guru dalam pandangan masyarakat itu sendiri adalah orang yang melaksanakan pendidikan di tempat tertentu, tidak mesti di lembaga pendidikan yang formal saja, tetapi juga dapat dilaksanakan di lembaga pendidikan non-formal, seperti di masjid, di surau/mushola, di rumah, dan sebagainya.
Seorang guru mempunyai kepribadian yang khas. Di satu pihak harus ramah, sabar, menunjukkan pengertian, memberikan kepercayaan, dan menciptakan suasana aman. Akan tetapi di lain pihak, guru harus memberikan tugas, mendorong siswa untuk mencapai tujuan, menegur, menilai, dan mengadakan koreksi. Dengan demikian, kepribadian seorang guru seolah-olah terbagi menjadi 2 bagian. Di satu pihak bersifat empati, di pihak lain bersifat kritis. Di satu pihak menerima, di lain pihak menolak, maka seorang guru yang tidak bisa memerankan pihaknya sebagai guru, ia akan berpihak kepada salah satu pribadi saja. Dan berdasarkan hal-hal tersebut, seorang guru harus bisa memilah serta memilih kapan saatnya berempati kepada siswa, kapan saatnya kritis, kapan saatnya menerima dan kapan saatnya menolak. Dengan perkataan lain, seorang guru harus mampu berperan ganda. Peran ganda ini dapat diwujudkan secara berlainan sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapi.
Tugas guru sebagai suatu profesi, menuntut kepada guru untuk mengembangkan profesionalitas diri sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Mendidik, mengajar, dan melatih anak didik adalah tugas guru sebagai suatu profesi. Tugas guru sebagai pendidik, meneruskan dan mengembangkan nilai-nilai hidup kepada anak didik. Tugas guru sebagai pelatih berarti mengembangkan keterampilan dan menerapkannya dalam kehidupan demi masa depan anak didiknya. Guru juga mempunyai kemampuan dan keahlian atau sering disebut dengan kompetensi profesional.
Dalam manajemen sumber daya manusia, menjadi profesional adalah tuntutan jabatan, pekerjaan, maupun profesi. Ada satu hal yang penting yang menjadi aspek bagi sebuah profesi, yaitu sikap profesional dan kualitas kerja. Profesional berasal dari bahasa Inggris yang berarti ahli, pakar, ataupun mumpuni dalam bidang yang digeluti.
Menjadi profesional, berarti menjadi ahli dalam bidangnya. Dan seorang ahli, tentunya berkualitas dalam melaksanakan pekerjaannya. Akan tetapi, tidak semua ahli dapat menjadi berkualitas. Karena menjadi berkualitas bukan hanya persoalan ahli, tetapi juga menyangkut persoalan integritas dan personaliti. Dalam perspektif pengembangan sumber daya manusia, menjadi profesional adalah satu kesatuan antara konsep personaliti dan integritas yang dipadu padankan dengan skill atau keahliannya.
Fokus utama kurikulum baru yang segera diberlakukan terletak pada penciptaan pendidikan karakter yang diharapkan dapat menjadikan anak didik lebih memiliki kepribadian dan menjadi manusia yang berkualitas, sehingga kelak tidak ada lagi tawuran antarpelajar, pergaulan bebas, serta narkoba karena telah tercipta anak didik yang berkarakter dan memiliki moral yang baik, serta menjadi Generasi Emas pada 2045. Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi pendidik di perguruan tinggi, seperti yang tercantum pada UU No. 20 Tahun 2003, Pasal 39 ayat 2. Hal ini erat kaitannya di kala adanya keoptimisan dari bangsa Indonesia, manakala mereka sangat berharap dengan pertumbuhan penduduk di Indonesia terutama para pemuda yang pertumbuhannya pada saat ini berkembang begitu pesat dan diperkirakan pada tahun 2045 menjadikan Indonesia menjadi negara yang unggul dan maju. Sebaliknya jika persiapan ini tidak dilakukan dengan baik dan yang akan terjadi ialah semua ini menjadi boomerang bagi Indonesia, maka dari itu kaitannya dalam menyongsong dan menetaskan Generasi Indonesia Emas 2045, peran pendidikan sangat penting. Dalam mewujudkan semua itu erat kaitannya peningkatan karakter dan inovasi dalam bentuk keprofesionalitasan tenaga kependidikan itu sendiri. Gambaran sosok manusia Indonesia Generasi Emas 2045, harus menjadi tolak ukur dan cantolan upaya pengembangan dan peningkatan pendidikan, dan lebih lanjut daripada itu pendidikan akan memainkan peran baru dalam sudut pandang pengembangan sosok generasi 2045. Dari pengertian tersebut dapat kita tarik ulur bahwa peran guru profesional secara umum ialah menyiapkan peserta didik menjadi warga negara yang baik. Menjadi keoptimisan generasi tua bilamana masa depan bangsa terletak dalam tangan generasi muda. Kurikulum 2013 mengembangkan dua modus proses pembelajaran, yaitu proses pembelajaran langsung dan proses pembelajaran tidak langsung.
B. Rumusan Permasalahan
Untuk memudahkan penulis dalam menyusun makalah ini, maka penulis merumuskan beberapa permasalahan. Adapun rumusan permasalahannya sebagai berikut.
1.         Apa yang dimaksud profesionalisme guru?
2.         Bagaimana peran guru profesional dalam proses pembelajaran?
3.         Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi profesionalisme guru?
4.         Bagaimana sikap guru yang profesional terhadap peserta didiknya?
5.         Bagaimana interaksi guru yang profesional dalam proses belajar-mengajar?
6.         Bagaimana caranya untuk membentuk kepribadian guru yang profesional?
C. Tujuan Pembahasan
Makalah ini disusun selain untuk memenuhi tugas mata kuliah Etika dan Profesi Kependidikan, juga untuk menambah wawasan kita mengenai profesionalisme guru, dan diharapkan kita akan menjadi calon guru yang profesional.



BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Profesionalisme Guru
Ahmad Tafsir mendefinisikan bahwa profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang profesional. Istilah profesional berasal dari kata sifat, profession yang berarti sangat mampu untuk melakukan pekerjaan. Sebagai kata benda, profesional lebih berarti orang yang melaksanakan sebuah profesi dengan menggunakan profesi sebagai mata pencaharian (Mc. Leod, 1989). Dalam kamus bahasa Indonesia edisi kedua (1991), guru diartikan sebagai orang yang pekerjaannya (mata pencahariannya) mengajar. Dalam bahasa Arab disebut Mu’alim, dalam bahasa Inggris teacher memiliki arti sederhana yakni a person whose occuption is teaching others (Mc. Leod, 1989) artinya seseorang yang pekerjaannya mengajar orang lain.
Di dalam UU Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003 pasal 39 ayat 2 menjelaskan bahwa pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan, serta melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
B.  Peran Guru Profesional dalam Proses Pembelajaran
Guru yang profesional dituntut harus mampu berperan sebagai manajer yang baik yang didalamnya harus mampu melangsungkan seluruh tahap-tahap aktivitas dan proses pembelajaran dengan manajerial yang baik, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat diraih dengan hasil yang memuaskan.
Peran guru profesional atau tenaga kependidikan adalah sebagai berikut.
1.         Tenaga kependidikan sebagai pendidik dan pengajar yakni tenaga kependidikan yang harus memiliki kestabilan emosi, ingin memajukan peserta didik, bersifat realistis, bersikap jujur dan terbuka, serta peka terhadap perkembangan inovasi pendidikan.
2.         Tenaga kependidikan sebagai anggota masyarakat, untuk itu harus menguasai psikologi sosial, memiliki pengetahuan tentang hubungan antarmanusia dan sebagai anggota masyarakat harus memiliki keterampilan membina kelompok dan keterampilan bekerja sama.
3.         Tenaga kependidikan perlu memiliki kepribadian menguasai ilmu kepemimpinan, menguasai prinsip hubungan manusia, teknik berkomunikasi, dan menguasai berbagai aspek kegiatan organisasi yang ada di sekolah.
4.         Tenaga kependidikan sebagai pengelola proses belajar-mengajar yakni tenaga kependidikan yang harus mampu dan menguasai berbagai metode mengajar dan harus mampu menguasai situasi belajar-mengajar di dalam kelas dan di luar kelas.
C.  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Profesionalisme Guru
Secara garis besar, faktor-faktor yang mempengaruhi guru profesional, antara lain sebagai berikut.
1.         Status Akademik
Untuk menciptakan tenaga-tenaga profesional pada dasarnya di sekolah dibina dan dikembangkan dari berbagai segi, diantaranya
2.      Segi Teoritis
Lembaga atau sekolah-sekolah keguruan yang membina dan menciptakan tenaga-tenaga profesional ini diberikan ilmu-ilmu pengetahuan. Selain ilmu pengetahuan yang harus disampaikan kepada anak didik, juga diberikan ilmu-ilmu pengetahuan khusus untuk menunjang keprofesionalannya sebagai guru yang berupa ilmu mendidik, ilmu jiwa, dan sebagainya.
3.      Segi Praktis
Secara praktis dapat diartikan dengan berdasarkan praktek adalah cara melakukan apa yang tersebut dalam teori (W.J.S. Poerwadinata 1999:99).
4.      Pengalaman Belajar
5.      Mencintai Profesi Sebagai Guru
6.      Berkepribadian
Secara bahasa, kepribadian adalah keseluruhan sifat-sifat yang merupakan watak seseorang. Dalam proses belajar-mengajar, kepribadian seorang guru ikut serta menentukan watak siswanya. Guru sebagai pelaksana pendidikan, perlu memiliki keahlian dalam melaksanakan tugasnya. Oleh karena itu, keberhasilan proses belajar-mengajar sangat bergantung pada bagaimana guru mengajar. Agar guru dapat melaksanakan tugasnya dengan efektif dan efisien, maka guru perlu memiliki kompetensi yang dapat menunjang tugasnya. Kompetensi tersebut, antara lain sebagai berikut.
a.         Kompetensi Pribadi
Kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian yang mantap, stabil, dewasa, arif, berwibawa, dan dapat menjadi teladan bagi peserta didiknya.
b.         Kompetensi Profesional
Penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam, yang mencakup penguasaan materi kurikulum mata pelajaran sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya, serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya.
c.         Kompetensi Sosial
Salah satu daya atau kemampuan tenaga kependidikan untuk mempersiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang baik serta kemampuan untuk mendidik dan membimbing masyarakat dalam menghadapi kehidupan yang akan datang. Tenaga kependidikan harus mampu berkomunikasi dengan baik kepada masyarakat, mampu mendorong dan menunjang kreatifitas masyarakat, serta menjaga emosi dan perilaku yang tidak baik.
d.        Kompetensi Pedagogik
Kemampuan pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
D.  Sikap Guru yang Profesional terhadap Peserta Didiknya
Sebagai guru seharusnya memiliki sikap yang baik terhadap anak didiknya agar mereka merasa senang dan nyaman ketika kegiatan belajar-mengajar berlangsung. Berikut ini adalah beberapa sikap yang harus dimiliki oleh guru:
1.         Bersikap adil,
2.         Percaya dan suka terhadap murid-muridnya,
3.         Sabar dan rela berkorban,
4.         Memiliki wibawa dihadapan anak didiknya,
5.         Bersikap baik terhadap teman sejawatnya dan masyarakat sekitar, serta
6.         Benar-benar menguasai mata pelajaran yang akan dibahas dan berpengetahuan luas.
Sebagai guru yang profesional dituntut dengan sejumlah persyaratan minimal, antara lain :
1.         Memiliki kualifikasi pendidikan profesi yang memadai,
2.         Memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang yang ditekuninya,
3.         Memiliki kemampuan berkomukasi yang baik dengan anak didiknya,
4.         Memiliki jiwa yang kreatif dan produktif,
5.         Memiliki etos kerja dan komitmen yang tinggi terhadap profesinya, dan
6.         Selalu melakukan pengembangan diri secara terus-menerus.
E.   Interaksi Guru Profesional dalam Proses Belajar-Mengajar
Proses belajar-mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya belajar-mengajar. Interaksi dalam peristiwa belajar-mengajar mempunyai arti yang sangat luas, dalam hal ini bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan penanaman sikap dan  nilai pada diri siswa yang sedang belajar, proses belajar-mengajar mempunyai makna dan pengetian yang lebih luas dari pengertian mengajar. Dalam proses belajar-mengajar tersirat adanya satu kesatuan kegiatan yang tak terpisahkan antara siswa yang belajar dengan guru yang mengajar. Antara kedua kegiatan ini terjalin interaksi yang saling menunjang.
Guru merupakan jabatan atau profesi yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru. Pekerjaan ini tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak memiliki keahlian untuk melakukan kegiatan sebagai guru. Orang yang pandai berbicara dalam bidang-bidang tertentu belum dapat disebut dengan guru. Untuk menjadi guru diperlukan syarat-syarat khusus, apalagi sebagai guru yang profesional yang harus menguasai seluk-beluk pendidikan dan pengajaran dengan berbagai ilmu pengetahuan lainnya yang perlu dibina dan dikembangkan melalui masa pendidikan tertentu atau pendidikan pra-jabatan.
F.   Cara Membentuk Kepribadian Guru yang Profesional
Membentuk kepribadian yang baik tidak mungkin muncul begitu saja, namun harus dibina sejak calon guru mulai pendidikannya di lembaga pendidikan keguruan. Dalam pendidikan pra-jabatan, calon guru dididik dengan berbagai pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diperlukan dalam pekerjaannya nanti karena guru merupakan panutan bagi siswa dan bahkan bagi masyarakat. Sering juga pembentukan sikap tertentu terjadi sebagai hasil sampingan dari pengetahuan yang diperoleh calon guru, misalnya, sikap disiplin dan teliti diperoleh dari pembelajaran matematika yang benar.
Pembentukan sikap profesional tidaklah berhenti setelah guru selesai mendapatkan pendidikan pra-jabatan, namun akan tetap berlangsung selama dalam jabatan. Untuk itu, orang yang mengambil mata kuliah sebagai profesi guru haruslah dapat membentuk kepribadian guru yang profesional agar tidak ada bentuk penyelewengan sikap guru terhadap anak didiknya maupun masyarakat.



BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang profesional. Sebagai guru yang profesional dituntut memiliki beberapa persyaratan minimal, antara lain :
1.         Memiliki kualifikasi pendidikan profesi yang memadai,
2.         Memiliki kompetensi keilmuan sesuai dengan bidang yang ditekuninya,
3.         Memiliki kemampuan berkomukasi yang baik dengan anak didiknya,
4.         Memiliki jiwa yang kreatif dan produktif,
5.         Memiliki etos kerja dan komitmen yang tinggi terhadap profesinya, dan
6.         Selalu melakukan pengembangan diri secara terus-menerus.

B.  Saran
Seharusnya guru di seluruh Indonesia memiliki sikap yang baik dan profesional terhadap peserta didiknya maupun masyarakat sekitar. Tidak ada lagi bentuk penyelewengan sikap yang kurang baik atau senonoh kepada peserta didiknya.



DAFTAR PUSTAKA

amalia-ratnasari.blogspot.com/2012/06/makalah-guru-profesional.html, diakses pada tanggal 17-05-2016 pukul 09.15 WIB
ellinhandayani.blogspot.com/2016/01/makalah-guru-profesional-dan-bermartabat.html, diakses pada tanggal 18-05-2016 pukul 07.58 WIB
alimudinmakalah.blogpot.com/2009/04/profesionalisme-guru.html, diakses pada tanggal 18-05-2016 pukul 08.00 WIB
 HYPERLINK "http://www.blogbarabai.com/2014/09/makalah-profesionalisme-guru-kompetensi.html?m=1" www.blogbarabai.com/2014/09/makalah-profesionalisme-guru-kompetensi.html?m=1, diakses pada tanggal 23-05-2016 pukul 07.15 WIB
zainalsoftware.blogspot.co.id/2015/05/makalah-menjadi-guru-yang-profesional.html?m=1, diakses pada tanggal 23-05-2016 pukul 16.50 WIB
Usman, Mohammad User. Menjadi Guru Profesional. 1994. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya Offset
Kunandar. Guru Profesional. 2007. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
izzaucon.blogspot.com/2014/06/kepribadian-dan-profesionalisme-guru.html, diakses pada tanggal 23-05-2016 pukul 20.20 WIB

Sabtu, 18 Juni 2016

Susunan Kabinet Kerja Jokowi



Berikut susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK:


1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno

Disebut Pertama kali, Pratikno Ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Sekretaris Negara. Lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, 13 Februari 1962. Jabatan terakhirnya adalah Rektor Universitas Gadjah Mada

2. Kepala Bappenas: Adrinof Chaniago

Presiden Jokowi menunjuk Andrianof Chaniago sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional/Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dalam Kabinet Kerja 2014-2019.

Andrinof menggantikan Kepala Bappenas/Menteri PPN, Armida Alisjahbana, yang menjabat posisi ini pada Kabinet Indonesia Bersatu jilid II pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (2209-2014).

Andrinof, putera Sumatera Barat, Padang, yang lahir 3 November 1962 merupakan pengajar pada Departemen Ilmu Politik FISIP UI.

Sebagai Kepala Bappenas terpilih, kapasitas dan latar belakang Andrinof dinilai memang memenuhi kriteria yang dibutuhkan.

Andrinof adalah ahli kebijakan publik dan perencanaan yang lulus dari Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Dia juga pernah mengenyam pendidikan pada The National Development Courses dari Fu Hsing Kang College, Taipei, Taiwan, (2004).

3. Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman: Indroyono Susilo

Presiden Joko Widodo menunjuk Indroyono Soesilo sebagai Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman pada Kabinet Kerja 2014-2019 dalam pengumuman 34 nama menteri dan dua wakil menteri Kabinet Kerja.

Indroyono sebelumnya menjabat sebagai Direktur Sumber Daya Perikanan dan Akuakultur Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) di Roma, Italia.

Indroyono menempuh jenjang pendidikan S1 di Institut Teknologi Bandung, Jurusan Teknik Geologi tahun 1979, jenjang pendidikan S2 di Universitas Michigan, Amerika Serikat untuk Jurusan Penginderaan Jauh pada tahun 1981, dan jenjang pendidikan S3 di Universitas Iowa, Amerika Serikat di Jurusan Geologi Penginderaan Jauh tahun 1987.

4. Menteri Perhubungan: Ignasius Jonan

Presiden Jokowi menunjuk Ignatius Jonan sebagai Menteri Perhubungan. Jonan, yang lahir pada 21 Juni 1963, saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia.

5. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti

Presiden Joko Widodo menunjuk Susi Pudjiastuti untuk menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan. Jokowi menilai, pengusaha sekaligus pemilik PT ASI Pudjiastuti Marine Product itu sebagai pekerja keras.

Susi Pudjiastuti lahir di Pangandaran, 15 Januari 1965 (49 tahun). Dia adalah pengusaha pemilik dan Presdir PT ASI Pudjiastuti Marine Product, eksportir hasil-hasil perikanan dan PT ASI Pudjiastuti Aviation, atau penerbangan Susi Air dari Jawa Barat.

Hingga awal 2012, Susi Air diketahui memiliki 46 pesawat dengan berbagai tipe seperti Cessna Grand Caravan, Pilatus PC-06 Porter dan Piaggio P180 Avanti.

Susi Air mempekerjakan 179 pilot, dengan 175 di antaranya merupakan pilot asing. 2012, Susi Air menerima pendapatan Rp300 Miliar dan melayani 200 penerbangan perintis.

Meski tak tamat Sekolah Menengah Atas, Susi ternyata menerima banyak penghargaan antara lain Pelopor Wisata dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Young Entrepreneur of the Year dari Ernst and Young Indonesia tahun 2005, serta Primaniyarta Award for Best Small & Medium Enterprise Exporter 2005 dari Presiden Republik Indonesia.

Tahun 2006, ia menerima Metro TV Award for Economics, Inspiring Woman 2005 dan Eagle Award 2006 dari Metro TV, Indonesia Berprestasi Award 2009 dari PT Exelcomindo. Kemudian, pada 2008, ia mengembangkan bisnis aviasinya dengan membuka sekolah pilot Susi Flying School melalui PT ASI Pudjiastuti Flying School.

6. Menteri Pariwisata: Arief Yahya

Arief Yahya, Menteri Pariwisata pada Kabinet Kerja Jokowi-JK ini sebelumnya dikenal sebagai CEO PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Sebelum menjadi orang nomor 1 di PT Telkom, tepatnya sejak Mei 2012, pria kelahiran Banyuwangi, 2 April 1961, ini menduduki jabatan sebagai Direktur Enterprise dan Wholesale Telkom Indonesia semenjak tahun 2005. Ketika duduk di jabatan ini, Arief memperoleh beberapa penghargaan. Antara lain Satyalencana Pembangunan di tahun 2006 atas keberhasilan dalam Peningkatan Pelayanan Prima di Kalimantan dan Jawa Timur dari Presiden RI.

Di tahun yang sama, Arief juga masuk dalam daftar ”25 Business Future Leader” versi majalah Swa. Arief juga terpilih sebagai penerima Economic Challenge Award 2012 kategori Industri Telekomunikasi, penerima Anugerah Business Review 2012 dari majalah Business Review. Terakhir, Arief terpilih sebagai The CEO BUMN Inovatif Terbaik 2012.

Prestasi yang diraih Arief ini juga berbanding dengan prestasi yang diraih Telkom. Pendapatan Telkom sampai dengan September 2012 tercatat sebesar Rp 56,864 triliun. Sedangkan labanya sebesar Rp 14,11 triliun.

7. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM): Sudirman Said

Sudirman Said ditunjuk Presiden Jokowi sebagai menteri energi dan sumber daya mineral (ESDM).

Sudirman bukan orang baru di jajaran pemerintahan. Dia pernah menduduki sejumlah posisi penting, di antaranya Direktur Utama PT Pindad, pada 4 Juni 2014. Sebelumnya, dia dipercaya sebagai Wakil Presiden Direktur PT Petrosea Tbk, Group Chief of Human Capital and Corporate Services di PT Indika Energy Tbk, danDirektur Human Capital di Petrosea (2009-2010).

Sudirman juga pernah menjabat sebagai Executive Director Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) CEO Summit 2013.

8. Menko Polhukam: Tedjo Puji

Presiden Joko Widodo menunjuk Menkopolhukan Tedjo Edi Purdijatno. Tedjo, yang lahir di Magelang, 20 September 1952, pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Laut (1 Juli 2008-9 November 2009).

9. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo

Presiden Joko Widodo menunjuk Tjahjo Kumolo sebagai Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014). Tjahjo Kumolo adalah Sekertaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P).

10. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Marsudi

Presiden Joko Widodo menunjuk Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi. Retno, yang lahir pada 27 November 1962, saat ini menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda. Retno merupakan menteri luar negeri perempuan pertama di Indonesia.

11. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu ditunjuk sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) dalam Kabinet Kerja 2014-2019 oleh Presiden Joko Widodo.

Ryamizard lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950, dan dibesarkan dalam keluarga tentara. Ayahnya yang bernama Musanif Ryacudu (almarhum) berpangkat terakhir Brigadir Jenderal TNI, dan dikenal dekat dengan Presiden RI 1945-1966 Soekarno.

Karir militer Ryamizard mulai mendapat perhatian publik saat memangku jabatan Pangdam V Brawijaya pada 1999 dan diteruskan menjadi Pangdam Jaya di tahun yang sama.

Selepas dari Kodam Jaya, Ryamizard mendapat promosi bintang tiga sebagai Panglima Kostrad pada 2000-2002 dan menjadi Kasad 2002-2005.

Meski dinilai sangat irit ketika bicara soal politik, alumni pendidikan militer Akabri Darat tahun 1974 itu berkomitmen menjadi seorang prajurit sejati yang profesional.

12. Menteri Hukum Dan HAM: Yasonna Laoly

Presiden Joko Widodo menunjuk Yasonna Hamonangan Laoly sebagai Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly. Yasonna, yang lahir di Tapanuli Tengah, 27 Mei 1953, adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 2009-2014.

13. Menteri Komunikasi dan Informatika: Rudiantara

Jokowi menunjuk Rudiantara sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) dalam kabinetnya.

Rudiantara menyisihkan nama-nama lain yang sempat disebut-sebut bakal menjadi Menkominfo, seperti Niken Widiastuti (Dirut RRI), Richardus Eko Indrajit (Ketua APTIKOM), Gatot S. Dewa Broto (Deputi Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Mantan Humas Kemenkomifo) ataupun Onno W. Purbo (Akademisi dan Praktisi TI).

Rudiantara adalah sosok kawakan di industri telekomunikasi. Pria kelahiran Bogor 3 Mei 1959 ini pernah berkarir di Indosat, Telkomsel, Excelcomindo (kini XL Axiata) dan Telkom. Rudiantara terakhir masih tercatat sebagai salah satu komisaris Indosat.

Sebagai Menteri Kominfo, Rudiantara akan menghadapi tugas berat membereskan permasalahan TI di Indonesia hingga lima tahun ke depan. Tantangan yang akan dihadapi antara lain peningkatan infrastruktur dan kecepatan internet dan tata kelola frekuensi di Indonesia.

14. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yudi Chirsnady

Presiden Jokowi menunjuk Yuddy Chrisnandi sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014).

Yuddy lahir di Jawa Barat, 29 Mei 1968. Jabatan terakhirnya adalah Ketua DPP Partai Hanura.

15. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian: Sofjan Djalil

Presiden Jokowi menunjuk Sofyan Djalil sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014).

Sofyan lahir di Nanggroe Aceh Darussalam, 23 September 1953. Dia pernah menjabat sebagai menteri dalam dua periode, yaitu Menteri Negara Komunikasi

dan Informasi Kabinet Indonesia Bersatu (2004-2005), Menteri Komunikasi dan Informasi Kabinet Indonesia Bersatu (2005-2007), - Menteri Negara BUMN Kabinet Indonesia Bersatu (2007).

16. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro

Presiden Joko Widodo menunjuk Prof Dr Bambang Brodjonegoro sebagai Menteri Keuangan pada Kabinet Kerja periode 2014-2019 pada pengumuman resmi di Istana Merdeka Jakarta, Minggu.

Pria yang memiliki keahlian dalam bidang ilmu ekonomi regional, desentralisasi fiskal, keuangan negara, ekonomi pembangunan, ekonomi perkotaan dan transportasi serta analisis pengambilan keputusan dianggap layak untuk menempati jabatan strategis ini.

Bambang Brodjonegoro lahir di Jakarta pada 3 Oktober 1966, merupakan alumnus FE UI jurusan Studi Pembangunan pada 1990 serta memperoleh gelar Master (M.Sc) pada 1995 untuk jurusan Urban Planning dan Doktor (Ph.D) pada 1997 untuk jurusan Regional Science dari University of Illinois at Urbana Champaign, Amerika Serikat.

Mahasiswa berprestasi UI pada 1989 ini telah menerbitkan beberapa karya tulis diantaranya buku yang diterbitkan oleh The Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) Singapura dan oleh Edward Elgar, Inggris. Selain itu, artikel yang muncul dalam beberapa jurnal internasional, antara lain di Hitotsubashi Journal of Economics.

17. Menteri BUMN: Rini Soemarno

Rini Soemarno ditunjuk oleh Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negera (BUMN) pada pengumuman Kabinet Kerja periode 2014-2019 di Istana Merdeka Jakarta, Minggu.

Rini yang lahir di Maryland, Amerika Serikat pada 9 Juni 1958 itu sebelumnya dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Staf Tim Transisi pada masa kampanye dengan bantuan empat deputi, yakni Andi Widjajanto, Hasto Kristiyanto, Anies Baswedan dan Akbar Faisal.

Mengutip berbagai sumber, ibu dari tiga orang anak ini pernah menjabat sebagai Presiden Dirur PT. Semesta Citra Motorindo, Presiden Direktur PT. Astrea Internasional, Presiden Komisaris PT. Semesta Citra Motorindo, Komisaris PT. Agrakom dan lainnya.

Ia juga pernah menjadi Wakil Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasionl (BPPN), Jakarta pada 1998.

Rini yang menyelesaikan pendidikan sarjana pada Fakultas Ekonomi, Wellesly College Massachusetts, Amerika Serikat pada 1981 itu turut terlibat sebagai Ketua Yayasan Dharma Bhakti Astra, Penasihat Ahli Keuangan Koperasi Pegawai Negeri, khususnya pada Bank Kesejahteraan Ekonomi.

Selain itu, dia juga pernah mendapat penghargaan Pemimpin Puncak Terpuji pada 1995 dari Majalah Swa Sembada.

18. Menteri Koperasi dan UKM: Aagn Puspayoga

Presiden Joko Widodo menunjuk Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga sebagai Menteri Koperasi dan UKM . Gede, yang lahir di Denpasar, 7 Juli 1965, pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali (2008-2013) dan saat ini mengajar di Universitas Ngurah Rai.

19. Menteri Perindustrian: Saleh Husin

Presiden Joko Widodo menunjuk Saleh Husein sebagai Menteri Perindustrian. Saat ini, Saleh, yang lahir di Rote Ndao, 16 September 1963, menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Hanura Saleh Husein.

20. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel

Presiden Joko Widodo menunjuk Rahmat Gobel sebagai Menteri Perdagangan pada Kabinet Kerja 2014-2019 di Istana Merdeka Jakarta, Minggu.

Penunjukkan Rahmat sebagai Menteri Perdagangan sudah diduga sebelumnya. Oleh Presiden Joko Widodo, ia dinilai seorang yang berpengalaman untuk bidang perdagangan dan industri.

Saat ini, Rahmat yang lahir di Jakarta, 3 September 1962 ini menjabat Presiden Direktur PT. Panasonic Gobel Group yang sebelumnya bernama PT. Gobel International.

21. Menteri Pertanian: Amran Sulaeman

Presiden Joko Widodo menunjuk Amran Sulaiman sebagai Menteri Pertanian. Saat ini, Amran, yang lahir di Bone, 27 April 1968, menjabat sebagai Presiden Direktur PT Tiran Group.

22. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dakhiri

Muhammad Hanid Dhakiri ditunjuk sebagai Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019.

Pria kelahiran 6 Juni 1972 ini menggantikan Armida Alisjahbana sebagai Pelaksana Tugas Menter Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada kabinet Indonesia Bersatu II periode 2009-2014 era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.

Mengutip berbagai sumber, ia setia bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sejak partai tersebut diebntuk pada 1998 dan ia telah menjabat sebagai Sekretaris Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa DPR RI dan menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah periode 2009-2014.

Presiden Joko Widodo menunjuk Hanif Dhakiri sebagai Menteri Ketenagakerjaan dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014).

Hanif lahir di Semarang, 6 Juni 1972. Dalam pemilu legislatif 2014, Hanif terpilih sebagai anggota DPR RI.

23. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuk Hadimuljono

Presiden Joko Widodo menunjuk Basuk Hadimuljono sebagai Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat. Menurut Jokowi, Basuki adalah Profesional dan pakar di bidangnya.

Basuki meraih gelar Sarjana (S1) Teknik Geologi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, dan memperoleh gelar Magister (S2) serta Doktor (S3) Teknik Sipil dari Colorado State University, Amerika Serikat.

Rekam jejaknya di Kementerian Pekerjaan Umum, terhitung panjang. Basuki sempat menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan

Kementerian Pekerjaan Umum periode 2005–2007, sebelum menempati posisi sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum periode 2007–2013.

Sejak 2013 dia menjabat sebagai Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum hingga saat ini.

24. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Siti Nurbaya

Presiden Joko Widood menunjuk Siti Nurbaya sebagai Lingkungan Hidup Dan Kehutanan. Lahir di Jakarta, 28 Agustus 1965, Siti memulai jenjang kariernya sebagai pegawai negeri sipil ketika menjalankan tugas sebagai penata muda di Pemerintah Provinsi Lampung pada 1979.

Kariernya terus mananjak sejak bertugas di Kementerian Dalam Negeri sampai menjabat sekretaris jenderal. Pada 2006, Siti Nurbaya ditunjuk oleh Presiden

Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. DPD adalah lembaga baru yang dibentuk untuk menjembatani kepentingan legislatif pemerintah provinsi dengan Dewan Perwakilan Rakyat.

Sisi lain dari politikus Nasdem ini adalah lugas dan tidak mentoleransi diskriminasi. Baginya, perempuan harus menentukan pijakannya sendiri. Siti mengimbau perempuan hendaknya tidak lagi berkilah dengan alasan adanya diskriminasi. Menurut Siti, perempuan harus menjunjung tinggi emansipasi perempuan.

25. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry M. Baldan

Presiden Joko Widodo menunjuk Ferry M. Baldan sebagai Menteri Agraria Dan Tata Ruang. Ferry yang lahir di Jakarta, 16 Juni 1961, menurut Jokowi, merupakan profesional yang menguasai bidang agraria dan tata ruang.

Ferry merupakan anak kedua dari empat bersaudara, putera pasangan Baldan Nyak Oepin Arif dan Syarifah Fatimah yang berasal dari Aceh dan lama bermukim di Bandung, Jawa Barat. Sebelum ditunjuk Jokowi menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang, Ferry merupakan fungsionaris dan sempat menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu Partai Nasional Demokrat (Nasdem).

26. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia Dan Kebudayaan: Puan Maharani

Presiden Joko Widodo menunjuk Puan Maharani sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Sosial Budaya dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014).

Puan lahir di Jakarta, 6 September 1973. Puan terpilih sebagai Anggota DPR RI periode 2014-2019.

27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saefudin

Presiden Joko Widodo menunjuk Lukman Hakim sebagai Menteri Agama dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019. Pengumuman dilakukan di halaman Istana Negara, Minggu (26/10/2014).

Dalam Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II yang dipimpin oleh Presiden ke-6 Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, Lukman yang lahir di Jakarta, 25 November 1962, ini sempat menjabat sebagai Menteri Agama sejak 9 Juni lalu. Jokowi kembali mempercayakan posisi itu kepada politikus PPP ini dalam kabinetnya.

28. Menteri Kesehatan: Nila F. Moeloek

Presiden Joko Widodo menunjuk Nila Djuwita Anfasa Moeloek sebagai Menteri Kesehatan. Saat ini, Nila, yang lahir pada 11 April 1949, menjabat sebagai Utusan Indonesia untuk Urusan MDGs.

29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa

Presiden Joko Widodo menunjuk Khofifah Indar Parawansa sebagai Menteri Sosial. Khofifa, yang lahir di Surabaya, 19 Mei 1965, adalah mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan.

30. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak: Yohana Yembise

Presiden Jokowi mengumumkan nama-nama menterinya dalam Kabinet Kerja di Halaman Belakang Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (26/10/2014). Nama Yohana Yembise muncul sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak atau Menteri PP dan PA.

Yembise lahir di Manokwari, Papua, 1 Oktober 1958.  Dia menjadi wanita Papua pertama yang bergelar profesor. Sebelum didaulat menjadi profesor, ia memiliki segudang pengalaman dan jabatan dalam pekerjaan.

Istri dari Leo Danuwira ini menempuh pendidikan pertamanya di Sekolah Dasar (SD) Padang Bulan Jayapura. Lalu, ia melanjutkan ke SMP Negeri 1 Nabire dan kemudian duduk di SMA Negeri Persiapan Nabire.

Selepas SMA, Yohana menimba ilmu di program studi bahasa Inggris jurusan pendidikan bahasa dan seni FKIP Uncen. Pada 1994, ia menyelesaikan pendidikan di Faculty of Education, Simom Fraser University British Colombia Canada dengan gelar Master of Art (MA).

Segudang pengalaman organisasi juga dialami Yembise. Pernah menjadi Wakil Ketua KNPI Kabupaten Paniai tahun 1984. Berkat itu, perempuan Biak ini menerima ratusan penghargaan dari berbagai pihak.

Salah satunya ialah menerima surat tanda penghargaan pernyataan lulus seleksi sebagai mahasiswa teladan sejak 1981-1982 dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Bukan hanya itu sejak masih kuliah termasuk salah satu peserta pertukaran pemuda antara Indonesia dan Kanada.

Yohana Yembise juga terpilih mewakili Papua bersama pemuda Indonesia ke Kanada.

31. Menteri Bud Dikdasmen: Anies Baswedan

Presiden Joko "Jokowi" Widodo menunjuk Anies Baswedan sebagai Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah (Menteri Bud Dikdasmen).

Anies, yang lahir di Kuningan, 7 Mei 1969, adalah Rektor Universitas Paramadina.

32. Menteri Ristek Dikti: M Nasir

Presiden Joko Widodo menunjuk Prof. Muhammad Nasir sebagai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi periode 2014-2019.

Guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah ini menggantikan Gusti Muhammad Hatta yang menjabat Menteri Riset dan Teknologi pada Kabinet Indonesia Bersatu II era pemerintahan Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.

Penunjukkan profesor di bidang "Behavioral Accounting dan Management Accounting" ini sudah diduga, karena dia termasuk salah satu tokoh yang sebelumnya dipanggil Presiden Jokowi ke Istana Merdeka pada Kamis (23/10).

Dari berbagai sumber disebutkan bahwa pendidikan ayah dari empat anak ini, antara lain menyelesaikan S1-nya di Undip, kemudian S2-nya di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan meraih gelar PhD-nya di University Sains Malaysia tahun 2004.

Pria kelahiran 27 Juni 1960 (54 tahun) di Ngawi, Jawa Timur itu dikenal beberapa kalangan sebagai ahli di bidang anggaran, dan pernah mengkritisi sistem penganggaran berbasis kinerja karena kenyataannya konsep tersebut sangat sulit diterapkan.

Nasir, sebelumnya terpilih sebagai Rektor Undip periode 2014-2018 dalam pemilihan rektor yang dilakukan secara pemungutan suara dengan memperoleh suara sebanyak 148 suara.

Rencananya ia akan dilantik sebagai rektor pada 18 Desember 2014 menggantikan Prof Sudharto yang akan berakhir masa jabatannya Desember tahun ini.

Pria yang mempunyai motto hidup "ingin bermanfaat untuk orang lain" ini juga aktif dalam pengembangan pendidikan dan telah mendirikan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di rumahnya sejak tiga tahun lalu.

33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi

Presiden Joko Widodo menunjuk Imam Nahrawi sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga. Imam, yang lahir di Bangkalan, 8 Juli 1973, adalah anggota DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa 2014 - 2019.

34. Menteri PDT dan Transmigrasi: Marwan Jafar

Marwan Jafar ditunjuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi di Kabinet Kerja periode 2014-2019.
Marawan yang lahir di Pati, Jawa Tengah/12 Maret 1971, adalah Politisi Partai Kebangkitan Bangsa.
 FAKTA UNIK
Keenam fakta unik itu diantaranya:
1.    8 menteri  perempuan
Selama pemerintahan Jokowi – Jk telah menunjuk 8 menteri perempuan.  Mereka adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Luar  Negeri Retno LP Marsudi, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

2.    2 Menteri  pada masa pemerintahan sebelumnya dipilih kembali. 
Dari 34 jumlah menteri yang dipilih Jokowi, dua diantaranya adalah menteri yang telah menjabat pada masa pemerintahan sebelumnya. Kedua menteri itu adalah Lukman Hakim Saifudin yang sebelumnya menjabat Menteri Agama dan Sofyan Djalil yang pernah menjabat Menteri BUMN dan Menteri Komunikasi dan Informatika.

3.    8 menteri yang tidak direkomendasikan KPK
Penundaan pengumuman kabinet baru Jokowi karena ia melibatkan KPK  dan PPATK untuk memilih menteri yang bersih. Namun beredar kabar ada 8 nama yang tidak direkomendasikan oleh KPK.  
4.    Ada menteri yang tidak lulus SMA
Salah satu fakta yang paling menarik adalah salah satu menteri  di kabinet kerja Jokowi Jk tidak lulus SMA. Perempuan perkasa yang dipilih menjadi menteri  kelautan dan Perikanan adalah Susi Pudjiastuti. Perempuan ini adalah pengusaha yang bergerak di bidang perikanan dan penerbangan. 
Kemunculannya memperoleh dukungan luas dari para tweeple, diantaranya:
"@DubesNorwegia: Congratulations Ibu Mentri @susipudjiastuti - as I promised Norway will work closely with you for sustainable&strong Fisheries in Indonesia!"
"‏@yonaspurba: Selamat bu @susipudjiastuti ... jaga dan maksimalkan kekayaan laut kita u rakyat indonesia...
5.    Tidak ada menteri dari Partai Golkar
Dari 34 menteri di Kabinet Jokowi, tak satupun menteri yang berasal dari Golkar.  Fakta ini dikomentari oleh beberapa tweeple, diantaranya:

"@sasmitaisme:  Finally, pertama dalam sejarah tidak ada orang Golkar di dalam kabinet. Tapi khan Wapresnya Golkar, hahaha."
"@jannerthing: Jadi tidak ada menteri dari golkar, itb dan orang batak. Bye orba nih? Hihihi"
6. Pertama kali Menteri Luar Negeri perempuan.
Negeri Retno LP Marsudi adalah perempuan pertama yang menjabar sebagai Menteri Luar Negeri. Perempuan ini sebelumnya menjabat sebagai Duta Besar Indonesia di Belanda.  Perempuan ini telah dua kali menjadi Duta Besar (Dubes) dan merupakan seorang diplomat karir.